Tebar Simpati, Raih Ridho Ilahi
|
T
|
idak
ada satu pun makhluk hidup yang tidak ingin dicintai dan diberikan kasih
sayang. Pasti semua makhluk hidup memerlukan kasih sayang. Apalagi yang namanya
“manusia”. Hari ini kita berbicara tentang kasih sayang, pertanyaannya, sudahkan
anda memberikan kasih sayang kepada orang lain ?. Jika pertanyaannya diperluas,sudahkah
anda memberikan kasih sayang kepada makhluk-makhluk Allah ?. Kenapa saya
memulai pertanyaan seperti itu, karena selama ini kita hanya memberikan kasih
sayang kepada sesama kita, padahal semua makhluk Allah perlu diberikan kasih
sayang. Mulai dari sesama kita, alam, binatang, tumbuh-tumbuhan dan makhluk
yang lainnya. Rasulullah pernah bersabda :
عن عبد الله بن عمر رضي الله تعالى عنهما قال : قال رسول الله صلى
الله عليه وسلم : الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من فى الأرض يرحمكم من فى
السماء
Dari ‘Abdullah bin ‘Amrin ra. dia berkata, Rasulullah saw. bersabda
: “Para penyayang akan disayang oleh Dzat yang maha penyayang. Sayangilah siapa
saja makhluk di bumi maka kalian akan disayangi oleh penduduk langit.” (Kitab Al-Mawaidzu Al-‘Ushfuriyyah, hal. 5).
Duhai saudara saya yang baik hatinya, hadis di atas menunjukkan
bahwa kita tidak boleh membeda-bedakan dalam memberikan kasih sayang kepada
siapa pun. Contoh kecil, ketika seekor nyamuk menganggu dan menggigit kita maka
kita boleh membunuhnya tapi bukan berarti kita harus menyiksanya. Ada saja
orang yang menyiksanya terlebih dahulu lalu mematikannya. Dia cabut satu
persatu dari anggota tubuhnya. Mulai dari sayapnya, kakinya dan mulutnya.
Sungguh itu bukanlah perbuatan yang terpuji. Bahkan manusia yang diberikan akal
dan hati oleh Allah ketika ia melakukan hal semacam itu maka ia sudah menjadi
hina bahkan lebih hina dan rendah daripada nyamuk itu sendiri di hadapan Allah
swt.
Duhai saudara saya yang penuh kasih sayang, dalam hubungannya
dengan hadis di atas ada sebuah cerita dari Umar bin Khattab ra. Ketika Umar
ra. berjalan di gang-gang kota Madinah maka ia melihat seorang anak yang di
tangannya ada seekor burung pipit dan anak itu sedang mempermainkannya. Melihat
pemandangan itu, Umar ra. merasa kasihan lalu ia membelinya dan melepaskannya.
Ketika Umar ra. wafat, banyak ulama yang
bermimpi lalu mempertanyakan tentang keadaan beliau. Mereka bertanya : “Apa
yang telah Allah lakukan kepadamu ?”, Umar ra. menjawab : “ Allah telah
merahmatiku dan mengampuni dosa-dosaku. Mereka bertanya lagi : “ Dengan sebab
apa engkau bisa mendapatkan hal itu ? apakah dengan kedermawananmu, keadilanmu,
dan zuhudmu ?. Umar menjawab : “ Ketika kalian meletakkanku di dalam kubur dan
menutupiku dengan tanah, lalu kalian meninggalkanku sendirian. Tiba-tiba datang
kepadaku dua malaikat yang menakutkan.
Saat itu pikiranku melayang, persendianku bergetar karena
kedahsyatannya. Kedua malaikat itu memegangku, mendudukkanku, dan keduanya
ingin memberikan pertanyaan kepadaku. Tiba-tiba aku mendengar suara namun tak
terlihat siapa berbicara : “ Tinggalkanlah hambaku ini dan janganlah kalian
menakut-nakutinya karena sesungguhnya aku telah menyayanginya dan memaafkan
kesalahannya karena ia telah menyayangi burung pipit ketika di dunia maka aku
menyayanginya di akhirat.
Bisa ditarik kesimpulan dari cerita tersebut bahwa Umar ra.
dimaafkan dan di ampuni segala dosa-dosanya bukan karena kedermawanannya,
banyak ibadahnya ataupun kezuhudannya tapi hanya karena ia kasihan kepada
burung pipit yang dipermainkan oleh anak kecil. Ternyata hal yang sepele, hal
yang kita anggap sederhana bisa menjadi hal yang luar biasa dan mendapatkan balasan yang sangat
mulia bila dilakukan dengan penuh rasa kasih sayang. Al-‘Arif Al-Buni berkata :
Orang yang paling dekat dengan rahmat Allah adalah orang yang paling kasih
sayang dengan makhluk Allah. (Kitab Al-Faidu Al-Qadir, Juz 4, Hal. 56).
Kalau semua ciptaan Allah ada manfaatnya dan ada hikmah disetiap
penciptaannya maka tidak sepantasnya bagi seorang muslim yang beriman kepada
Allah swt untuk menyi-nyiakan ciptaan Allah swt. Sebagaimana Allah swt telah
berfirman “..., "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q.S.
Ali Imran : 191). Dalam firman Allah yang lain : Dan Kami tidak menciptakan
langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. (Q.S. Shaad
: 27).
Duhai
saudara saya yang lembuh hatinya, kesimpulannya, mulai dari sekarang sayangilah
orang lain sebagaimana anda menyayangi diri anda sendiri. Rasa kasih sayang itu
tidak hanya dicurahkan kepada sesama kita tapi juga semua makhluk-makluk Allah.
Ketika kita menyangi makhluk Allah maka Allah pun akan menyayangi kita. Tidak
sekedar memandang apa ciptaannya tapi pandanglah siapa yang menciptakannya.
Semoga Allah merahmati kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar