Rabu, 11 Maret 2015

Tebar Simpati, Raih Ridho Ilahi



Tebar Simpati, Raih Ridho Ilahi
T
idak ada satu pun makhluk hidup yang tidak ingin dicintai dan diberikan kasih sayang. Pasti semua makhluk hidup memerlukan kasih sayang. Apalagi yang namanya “manusia”. Hari ini kita berbicara tentang kasih sayang, pertanyaannya, sudahkan anda  memberikan kasih sayang  kepada orang lain ?. Jika pertanyaannya diperluas,sudahkah anda memberikan kasih sayang kepada makhluk-makhluk Allah ?. Kenapa saya memulai pertanyaan seperti itu, karena selama ini kita hanya memberikan kasih sayang kepada sesama kita, padahal semua makhluk Allah perlu diberikan kasih sayang. Mulai dari sesama kita, alam, binatang, tumbuh-tumbuhan dan makhluk yang lainnya. Rasulullah pernah bersabda :
عن عبد الله بن عمر رضي الله تعالى عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من فى الأرض يرحمكم من فى السماء  
Dari ‘Abdullah bin ‘Amrin ra. dia berkata, Rasulullah saw. bersabda : “Para penyayang akan disayang oleh Dzat yang maha penyayang. Sayangilah siapa saja makhluk di bumi maka kalian akan disayangi oleh penduduk langit.” (Kitab Al-Mawaidzu Al-‘Ushfuriyyah, hal. 5).
Duhai saudara saya yang baik hatinya, hadis di atas menunjukkan bahwa kita tidak boleh membeda-bedakan dalam memberikan kasih sayang kepada siapa pun. Contoh kecil, ketika seekor nyamuk menganggu dan menggigit kita maka kita boleh membunuhnya tapi bukan berarti kita harus menyiksanya. Ada saja orang yang menyiksanya terlebih dahulu lalu mematikannya. Dia cabut satu persatu dari anggota tubuhnya. Mulai dari sayapnya, kakinya dan mulutnya. Sungguh itu bukanlah perbuatan yang terpuji. Bahkan manusia yang diberikan akal dan hati oleh Allah ketika ia melakukan hal semacam itu maka ia sudah menjadi hina bahkan lebih hina dan rendah daripada nyamuk itu sendiri di hadapan Allah swt.
Duhai saudara saya yang penuh kasih sayang, dalam hubungannya dengan hadis di atas ada sebuah cerita dari Umar bin Khattab ra. Ketika Umar ra. berjalan di gang-gang kota Madinah maka ia melihat seorang anak yang di tangannya ada seekor burung pipit dan anak itu sedang mempermainkannya. Melihat pemandangan itu, Umar ra. merasa kasihan lalu ia membelinya dan melepaskannya. Ketika Umar ra.  wafat, banyak ulama yang bermimpi lalu mempertanyakan tentang keadaan beliau. Mereka bertanya : “Apa yang telah Allah lakukan kepadamu ?”, Umar ra. menjawab : “ Allah telah merahmatiku dan mengampuni dosa-dosaku. Mereka bertanya lagi : “ Dengan sebab apa engkau bisa mendapatkan hal itu ? apakah dengan kedermawananmu, keadilanmu, dan zuhudmu ?. Umar menjawab : “ Ketika kalian meletakkanku di dalam kubur dan menutupiku dengan tanah, lalu kalian meninggalkanku sendirian. Tiba-tiba datang kepadaku dua malaikat yang menakutkan.  Saat itu pikiranku melayang, persendianku bergetar karena kedahsyatannya. Kedua malaikat itu memegangku, mendudukkanku, dan keduanya ingin memberikan pertanyaan kepadaku. Tiba-tiba aku mendengar suara namun tak terlihat siapa berbicara : “ Tinggalkanlah hambaku ini dan janganlah kalian menakut-nakutinya karena sesungguhnya aku telah menyayanginya dan memaafkan kesalahannya karena ia telah menyayangi burung pipit ketika di dunia maka aku menyayanginya di akhirat.
Bisa ditarik kesimpulan dari cerita tersebut bahwa Umar ra. dimaafkan dan di ampuni segala dosa-dosanya bukan karena kedermawanannya, banyak ibadahnya ataupun kezuhudannya tapi hanya karena ia kasihan kepada burung pipit yang dipermainkan oleh anak kecil. Ternyata hal yang sepele, hal yang kita anggap sederhana bisa menjadi hal yang luar  biasa dan mendapatkan balasan yang sangat mulia bila dilakukan dengan penuh rasa kasih sayang. Al-‘Arif Al-Buni berkata : Orang yang paling dekat dengan rahmat Allah adalah orang yang paling kasih sayang dengan makhluk Allah. (Kitab Al-Faidu Al-Qadir, Juz 4, Hal. 56).
Kalau semua ciptaan Allah ada manfaatnya dan ada hikmah disetiap penciptaannya maka tidak sepantasnya bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah swt untuk menyi-nyiakan ciptaan Allah swt. Sebagaimana Allah swt telah berfirman “..., "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q.S. Ali Imran : 191). Dalam firman Allah yang lain : Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. (Q.S. Shaad : 27).
Duhai saudara saya yang lembuh hatinya, kesimpulannya, mulai dari sekarang sayangilah orang lain sebagaimana anda menyayangi diri anda sendiri. Rasa kasih sayang itu tidak hanya dicurahkan kepada sesama kita tapi juga semua makhluk-makluk Allah. Ketika kita menyangi makhluk Allah maka Allah pun akan menyayangi kita. Tidak sekedar memandang apa ciptaannya tapi pandanglah siapa yang menciptakannya. Semoga Allah merahmati kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar