Sok
Alim Loe !
|
D
|
unia ini tidak akan pernah sunyi di hiasi
dan diwarnai baik oelh orang yang jahat maupun orang yang baik. Orang yang baik
memberikan warna putih bersih sehingga dunia tampak bersinar terang benderang
sedangkan orang jahat membubuhkan warna hitam kelam sehingga dunia tampak
terasa seram dan mencekam.
Sungguh ironi, ketika orang jahat teah
bertaubat dengan taubatan nashuha, ia melaksanakan ajaran Islam secara
kaffah namun bukan ucapan selamat atau kbar gembira yang ia terima tapi ocehan
dan sindiran yang ia dapatkan dari orang-orang yang di sekelilingnya dengan
ucapan “Sok alim loe !". Hal ini wajar, sepeeti anak SD misalnya,
untuk melihat dan mengukur seberapa jauh anak tersebut paham terhadap pelajaran
yang disampaikan gurunya. Oleh karena itu, dibuatlah yang namanya “ujian”.
Begitu pula orang yang bertaubat, mesti ada pembuktian dari kesungguhan
pertaubatannya. Sehingga sindiran dan ocehan orang-orang di seklilingnya
menjadi ujian pertamanya. Apakah dia akan lulus dan naik ke kelas berikutnya
ataukah ia bertahan dan tidak lulus-lulus ujian taubat karena termakan ocehan
orang.
Duhai saudara saya yang di uji Allahh,
janganlah ocehan dan sindiran orang-orang di sekelilingmu menjadi penghancur
taubat dan penghenti langkah anda menuju cahaya ilahi. Tapi jadikanlah hal
tersebut menjadi motivasi dan pendongkrak semangat untuk selalau memperbaiki
diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Berpikir positif juga menjadi kunci
utama untuk meraih kelulusan “ujian taubat”. Anggap saja ocehan yang anda
terima adalah seperti kotoran ayam yang
lama-kelamaan akan menyeburkan tanah yang nada pijak “kemantapan langkah” atau
anggap saja ocehan tersebut seperti seperti batu-bata yang lama-kelamaan
menajdi tembok besar yang membentengi dirimu dari segala serangan sehingga anda
tidak mudah dirobohkan. “keteguhan hati”. Jangankan ocehan, sesuatu yang lebih
besar dari ocehan pun anda mampu bertahan.
Duhai saudara saya yang terpuji, semoga
Allah Swt. memberika kita kemantapan langkah di dalam melalui segala ujian di
dunia ini dan keteguhan jiwa untuk bersabar dalam menghadapinya. Penulis merasa
sedih, ketika orang jahat lalau bertaubat, eeehh…., malah di olok-olok. Kata
mereka, paling-paling taubat sambel, hari ini taubat besok langsung
kumat, hari ini berhati malaikat besok hari langsung berhati setan terlaknat. Munafik loe !. Bahkan
ketika ia menampakkan keislamannya, malah mereka berkata : “ Sok alim loe
!”.
Rasulullah Saw. bersabda :
ألا وإن الجنة حفت بالمكاره وإن النار حفت بالشهوات
“Ketahuilah, sesungguhnya surga itu di
kelilingi oleh segala yang dibenci oleh hawa nafsu sedangkan neraka itu
dikelilingi oleh syahwat (yang menipu daya)“.
Salah satu yang dibenci oleh hawa nafsu
adalah bersabar berbuat taat kepada Allah Swt. Bersbarlah terus karena Allah
bersama orang-orang yang sabar dan jangan pernah mundur untuk mensukseskan
ujian taubat karena Allah cinta orang-orang yang taubat dan orang-orang yang
mensucikan diri.
Duhai saudara saya yang dirahmati Allah,
memulai perubahan dari orang yang jahat menjadi orang yang baik memang tidaklah
semudah membalikkan tekapak tangan. Mendaki gunung pun perlu perjuangan dan
tenaga yang tidak biasa, apalagi untuk mencapai ridho Allah ‘Azza wa Jalla.
Pertaubatan adalah langkah awal menuju ridho-Nya, sekalipun ada ocehan dan
sindiran dari orang-orang di seklilingmu. Hal tersebut hanyalah laksana kilat
yang membuatmu takut dan mundur tapi yakinlah hal tersebut tidak akan mampu
menggoyahkan keteguhan hatimu. Bismillah, anda bisa mengatasinya.
InsyaAllah... insyaAllah, Allah akan memudahkan !