Selasa, 10 Maret 2015

Dimanakan Al-Qur'an anda sekarang ?

Dimanakah Al-Qur’an anda sekarang ?


Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. (Q.S. Al-Hasyr : 24).
  
Semua orang mempunyai kesibukan masing-masing, baik laki-laki maupun perempuan. Seorang dosen/guru akan sibuk dengan mengajar murid-muridnya, seorang dokter akan sibuk dengan pasiennya, dan seorang pedagang akan sibuk dengan dagangannya. Tapi hal itu bisakah menjadi alasan untuk membiarkan Al-Qur’an  menjadi pajangan atau hiasan dirumah ?  dan apakah hal itu bisa menjadi hujjah  untuk tidak membaca Al-Qur’an walaupun hanya sebentar ?. Kebanyakan dari kita bisa meluangkan waktu untuk menonton tv, mendengarkan radio, berbalas sms dan membaca koran tapi kenapa untuk membaca Al-Qur’an, kita selalu beralasan sibuk... sibuk… dan sibuk…?.  Ataukah lebih mulia dan lebih agung membaca koran dan yang lainnya daripada membaca Al-Qur’an.
Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan di atas dan jawablah di dalam diri kita masing-masing ! Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah kepada kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Duhai saudara saya yang baik hatinya, ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad saw adalah ayat yang berisi perintah untuk membaca yang terdapat dalam surah Al-‘Alaq ayat 1-5 yang berbunyi :  “Bacalah wahai Muhammad ! dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakanmu. Dia yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah ! dan Tuhanmu yang maha pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan pena. Dia yang mengajarkan manusia dari sesuatu yang tidak diketahuinya”.(Q.S. Al-‘Alaq : 1-5).
Betapa pentingnya kegiatan membaca khususnya membaca Al-Qur’an sehingga Allah menurunkan ayat pertama dengan kata perintah “bacalah”. Hal ini menunjukkan bahwa Allah sangat menekankan kita untuk membaca  membaca Al-Qur’an. Kebanyakan ulama mengatakan amalan membaca Al-Qur’an adalah sunnah muakkadah. Sunnah muakkadah adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk di amalkan.  Namun apakah dengan anda memandang kegiatan membaca Al-Qur’an itu adalah sunnah lalu anda menjadi malas untuk membaca Al-Qur’an. Sungguh ! itu adalah pandangan yang keliru. Justru dengan amalan sunnah itulah yang  akan menambah tabungan pahala dan bekal untuk pergi ke kampung akhirat.  
Duhai saudara saya yang teguh imannya,  hari ini kita berbicara tentang Al-Qur’an tapi apakah hari ini kita sudah membaca Al-Qur’an ?. Jika belum, pantas saja hidup kita terasa gersang, kering, dan layu. Istilah anak muda zaman sekarang “galau”… ya, “galau tingkat dewa” !. Sadarlah dan lihatlah, bahwa galau atau kegelisahan yang kita rasakan itu karena kita telah melupakan dan meninggalkan  firman-firman Allah swt. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam surah Thaha ayat 124-125 yang berbunyi : “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?". Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". (Q.S. Thaha : 124-125).
Orang yang tidak mau membaca Al-Qur’an maka ia seperti orang  buta yang tidak memiliki tongkat ditangannya. Ia tersesat tanpa arah dan tujuan bahkan tidak  ada satu orangpun yang sudi menolongnya.  Orang yang tidak mau membaca Al-Qur’an laksana orang yang sehat dan gagah perkasa tapi sebetulnya jiwanya sakit dan hampir mati. Anda tentu tidak ingin dikatakan sebagai mayat hidup yang berjalan, bukan ?  Kalau begitu bacalah Al-Qur’an dengan istiqamah (terus menerus). Ukurannya bukan banyaknya lembaran atau ayat yang anda baca tapi seberapa istiqamah  anda membacanya. Sebab istiqamah itu lebih baik daripada seribu karamat (kemuliaan). Saya yakin seyakin-yakinnya, andaikata dalam sehari kita hanya bisa membaca satu ayat Al-Qur’an saja tapi istiqamah  itu lebih baik dan lebih berharga di dalam pandangan Allah swt daripada orang yang banyak membaca Al-Qur’an tapi hanya waktu tertentu saja setelah itu ia enggan membaca Al-Qur’an.
Duhai saudara saya yang baik akhlaknya, apa gunanya kita hebat bernyanyi, mempunyai suara yang indah sedangkan kita tidak bisa membaca Al-Qur’an. Apa gunanya pandai dalam berbagai mata pelajaran, organisasi dan keterampilan yang lainnya sedangkan kita tidak bisa membaca Al-Qur’an. Apa gunanya kita kaya, punya tahta dan berwajah tampan atau cantik jelita  sedangkan kita tidak bisa membaca Al-Qur’an. Rugi sekali !!! saaangat rugi !!!. Dan orang yang paling rugi di antara orang-orang yang rugi adalah orang yang pandai membaca Al-Qur’an tapi tidak bisa meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an. Kesimpulannya, mulai hari ini mantapkan keyakinan, kokohkan kepribadian menjadi pribadi yang senantiasa mencintai Al-Qur’an,  jadikanlah  Al-Qur’an sebagai kebutuhan utama dalam hidup anda dan buatlah  moto hidup anda “No day without the Qur’an” yang berarti “tiada hari tanpa membaca Al-Qur’an”. Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita bisa menghiasi hari-hari yang kita lalui dengan senantiasa  membaca Al-Qur’an. Aminnn !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar