Dimanakah Al-Qur’an anda sekarang ?
Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung,
pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.
Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. (Q.S. Al-Hasyr : 24).
Semua orang mempunyai kesibukan masing-masing, baik laki-laki maupun
perempuan. Seorang dosen/guru akan sibuk dengan mengajar murid-muridnya, seorang
dokter akan sibuk dengan pasiennya, dan seorang pedagang akan sibuk dengan
dagangannya. Tapi hal itu bisakah menjadi alasan untuk membiarkan
Al-Qur’an menjadi pajangan atau hiasan
dirumah ? dan apakah hal itu bisa
menjadi hujjah untuk tidak membaca Al-Qur’an
walaupun hanya sebentar ?. Kebanyakan dari kita bisa
meluangkan waktu untuk menonton tv, mendengarkan radio, berbalas sms dan
membaca koran tapi kenapa untuk membaca Al-Qur’an, kita selalu beralasan
sibuk... sibuk… dan sibuk…?. Ataukah
lebih mulia dan lebih agung membaca koran dan yang lainnya daripada membaca
Al-Qur’an.
Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan di atas dan jawablah di dalam
diri kita masing-masing ! Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah
kepada kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Duhai saudara saya yang baik hatinya, ayat Al-Qur’an yang pertama
kali turun kepada Nabi Muhammad saw adalah ayat yang berisi perintah untuk “membaca “ yang terdapat dalam
surah Al-‘Alaq ayat 1-5 yang berbunyi : “Bacalah wahai Muhammad ! dengan
nama Tuhanmu yang telah menciptakanmu. Dia yang telah menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah ! dan Tuhanmu yang maha pemurah. Yang mengajarkan
(manusia) dengan pena. Dia yang mengajarkan manusia dari sesuatu yang tidak
diketahuinya”.(Q.S. Al-‘Alaq : 1-5).
Betapa pentingnya kegiatan membaca khususnya membaca Al-Qur’an
sehingga Allah menurunkan ayat pertama dengan kata perintah “bacalah”. Hal ini
menunjukkan bahwa Allah sangat menekankan kita untuk membaca membaca
Al-Qur’an. Kebanyakan ulama mengatakan amalan membaca Al-Qur’an adalah sunnah
muakkadah. Sunnah muakkadah adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk di amalkan. Namun apakah dengan anda memandang kegiatan
membaca Al-Qur’an itu adalah sunnah lalu anda menjadi
malas untuk membaca Al-Qur’an. Sungguh ! itu adalah pandangan yang
keliru. Justru dengan amalan sunnah itulah yang
akan menambah tabungan pahala dan bekal untuk pergi ke kampung akhirat.
Duhai saudara saya yang teguh imannya, hari ini kita berbicara tentang Al-Qur’an
tapi apakah hari ini kita sudah membaca Al-Qur’an ?. Jika belum,
pantas saja hidup kita terasa gersang, kering, dan layu. Istilah anak muda zaman sekarang “galau”… ya, “galau tingkat dewa” !.
Sadarlah dan lihatlah, bahwa galau atau kegelisahan yang kita rasakan itu
karena kita telah melupakan dan meninggalkan
firman-firman Allah swt. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam
surah Thaha ayat 124-125 yang berbunyi : “Dan barangsiapa berpaling dari
peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan
menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".Berkatalah ia:
"Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal
aku dahulunya adalah seorang yang melihat?". Allah berfirman:
"Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu
melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". (Q.S. Thaha : 124-125).
Orang yang tidak mau membaca Al-Qur’an maka ia seperti orang buta yang tidak memiliki tongkat
ditangannya. Ia tersesat tanpa arah dan tujuan bahkan tidak ada satu orangpun yang sudi menolongnya. Orang yang
tidak mau membaca Al-Qur’an laksana orang yang sehat dan gagah perkasa tapi
sebetulnya jiwanya sakit dan hampir mati. Anda tentu tidak ingin
dikatakan sebagai mayat hidup yang berjalan, bukan ? Kalau begitu bacalah Al-Qur’an dengan
istiqamah (terus menerus). Ukurannya bukan banyaknya lembaran atau ayat yang
anda baca tapi seberapa istiqamah anda
membacanya. Sebab istiqamah itu lebih baik daripada seribu karamat
(kemuliaan). Saya yakin seyakin-yakinnya, andaikata dalam sehari kita hanya
bisa membaca satu ayat Al-Qur’an saja tapi istiqamah itu lebih baik dan lebih berharga di dalam pandangan
Allah swt daripada orang yang banyak membaca Al-Qur’an tapi hanya waktu
tertentu saja setelah itu ia enggan membaca Al-Qur’an.
Duhai saudara saya yang baik akhlaknya, apa gunanya kita hebat
bernyanyi, mempunyai suara yang indah sedangkan kita tidak bisa membaca
Al-Qur’an. Apa gunanya pandai dalam berbagai mata
pelajaran, organisasi dan keterampilan yang lainnya sedangkan kita tidak bisa
membaca Al-Qur’an. Apa gunanya kita kaya, punya tahta dan berwajah tampan atau
cantik jelita sedangkan kita tidak bisa
membaca Al-Qur’an. Rugi sekali !!! saaangat rugi !!!. Dan orang yang paling
rugi di antara orang-orang yang rugi adalah orang yang pandai membaca Al-Qur’an
tapi tidak bisa meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an. Kesimpulannya, mulai
hari ini mantapkan keyakinan, kokohkan kepribadian menjadi pribadi yang senantiasa
mencintai Al-Qur’an, jadikanlah Al-Qur’an sebagai kebutuhan utama dalam hidup
anda dan buatlah moto hidup anda “No
day without the Qur’an” yang berarti “tiada hari tanpa membaca Al-Qur’an”.
Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayahnya kepada kita semua sehingga
kita bisa menghiasi hari-hari yang kita lalui dengan senantiasa membaca Al-Qur’an. Aminnn !!!