Berdakwah, Harus Di Uji !
|
S
|
udah dua buah
artikel ulun menulis tentang perjalanan Hannan yang pertama berjudul “ The
Power of Dream “ dan yang kedua “ Curhat Saja Kepada Allah “. Namun,
ulun belum juga mengungkapkan siapa Hannan sebenarnya. Baiklah, ulun akan
menceritakan siapa Hannan tersebut. Hannan di lahirkan di desa Nagara, 21 Juli
1994. Hannan adalah hasil dari buah cinta pernikahan ibunda Hj. Noor Ainah dan
ayahanda H. Murjani. Dia adalah anak tunggal. Sekarang dia menjadi salah satu Mahasiswa FUAD (Fakultas
Ushuluddin, Adab, dan Dakwah) Jurusan Komunikasi dan Dakwah, Prodi Komunikasi
dan Penyiaran Islam IAIN Palangka Raya, sekaligus termasuk salah seorang yang
menerima BIDIKMISI. Hobbinya adalah membaca . Motto dalam hidupnya “ Never
day without read the Al- Qu’an “. Dia berbadan kurus tinggi dan berkulit
sawo matang, dan berkaca mata. Kiranya ulun sudah cukup menggambarkan sosok
seorang Hannan.
Sehari setelah bertemu dan
berdialog dengan Rina di pojok mesjid Darussalam, di malam rabunya, Hannan
menerima sms dari Rina yang berbunyi “ AKU CINTA KAMU ”. Hannan terkejut
membaca sms tersebut, pasalnya ia tidak menyangka Rina mempunyai rasa seperti
itu. Hannan berpikir sejenak, “ apakah ini sebuah ujian di dalam menjalankan
misi dakwah ?” Emm.. semoga itu
hanya sekedar perasaan kagum saja
kepadaku bukan cinta. Lalu Hannan membalas smsnya tersebut. Benarkah itu Rin ?
tanya Hannan. Benar Nan ! jawab Rina.
Hannan menunda membalas sms tersebut karena ia sibuk membuat status baru di facebook. Status
tersebut bukan untuk menunjukkan rasa
galau tapi untuk mensyiarkan dakwah
Islam. Inilah status yang di sebarkan oleh Hannan, “ Janganlah seseorang menghibur hati dengan
hiburan dunia karena syaitan akan menguasai hatinya”. Dan untuk
menenggalakamkan diri ke Nur Muhammad maka hendaklah ia memperbanyak membaca
sholawat ”. (Di kutip dari kalam KH. Zainuddin Rais, 8 Februari 2015,
pengajian di Mesjid pasar Kameloh).
Seorang yang bersholawat hendaklah ia berada dalam keadaan yang paling
sempurna yaitu dalam keadaan suci, berwudhu, menghadap kiblat, membacanya harus
denga tartil dan tidak tergesa-tergesa. Karena Baginada Rasulullah Saw.
bersabda : “ Apabila kalian bersholawat kepadaku maka hendaklah memperbagus
bacaan sholawat kalian karena sholawat kalian tersebut di sampaikan kepadaku
namun kalian tidak mengetahuinya “. (Al-Hadis). ( Di kutip dari kitab Kifayatul
Atqiya hal. 5 karya ).
Setelah menyebarkan status
tersebut. Lewat sms, Hannan bertanya kepada Rina, tidak kerja kah malam ini ?.
Kerja, nih baru saja pulang, jawab Rina. Ya sudah, bersih-bersih badan sebentar
dan setelah itu siap-siap tidur lalu membaca doa… membaca doa yaa, bukan berdua..
he he.., kata Hannan. Oke, jawab Rina.
Maaf, Hannan mau memberikan jatah untuk mata, “ tidur “, sudah mengantuk sekali
nih. Sampai di sini dulu berbalas
smsnya. Jika galau lagi, maka curhatnya kepada Allah saja, tegur Hannan kepada
Rina. Baik, Rina tidak akan curhat
kepada Hannan dan terimakasih sudah menjadi perantara pemberi semangat dari
Allah untukku, jawab Rina dengan penuh kesyukuran. Begitulah kejadian berbalas
sms antara Hannan dan Rina. Namun ternyata si Hannan belum juga tidur, dia masih
memikirkan kenapa si Rina bisa berkata seperti itu “ AKU CINTA KAMU”. Sungguh
menjadi teka-teki bagi Hannan. Dalam lamunannya, Hannan teringat sebuah makalah
dari mata kuliah tafsir II yang membahas
tentang metode dakwah yang di ambil dari QS. An-Nahl : 125, “ Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasehat yang
baik, dan berdebatlah dengan cara yang paling baik… “. Sehingga Hannan
memutuskan untuk bersikap hikmah kepada Rina. Hikmah yang di maksud oleh Hannan
adalah “ menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya “. Rina adalah temannya
sekaligus mitra dakwahnya bukan di jadikan pacarnya. Sebelum tidur, Hannan
berdoa, ya Allah semoga itu hanya sekedar perasaan kagum saja dan jadikanlah ia
mitra dakwah bukan musuh dakwah serta berikanlah hamba keistiqamahan dan ketabahan
dalam menjalan dakwah. Amin. Setelah itu,
tidurlah Hannan dengan mengucap “ bismikallahumma ahya wa bismika amut “
Sahabat seperjuangan di jalan Allah, begitulah ujian di dalam berdakwah.
Sebuah perlombaan akan sangat mengasyikkan ketika di dalam perlombaan tersebut terdapat
lawan yang tangguh. Ketika ada orang yang mampu mengalahkannya maka ia akan
mendapatkan sebuah kebanggan tersendiri. Ancaman dan kecaman di dalam berdakwah
yang di lontarkan oleh orang-orang yang benci terhadap dakwah Islam, sudahlah
menjadi sarapan pagi bagi aktivis dakwah. Janganlah heran, ketika yang
melontarkan kata-kata ketidaksenangan tersebut adalah orang-orang dari Islam
itu sendiri, sekali lagi jangan heran. Sebab, orang yang berbuat baik belum
tentu di anggap baik oleh orang lain. Namun itulah tantangan dakwah hari ini. Seorang da’i
tidak hanya harus mengislamkan orang yang bukan Islam tapi juga ia harus
mengislamkan kembali orang Islam. Pesan
ulun, yang di kutip dari penggalan ayat Al-Qur’an, “ la tahzan innallah
ma’ana “, janganlah bersedih dalam berdakwah karena Allah bersama kita. Hiduplah dakwah
walaupun dunia harus musnah !.
Syukran jazilan ‘ala ihtimamikum wa jazakumullah ahsana jaza’.
Ilalliqa ya ikhwan !