Senin, 16 Maret 2015

nge-date sama Allah



Nge-Date Sama Allah
N
ge-date berasal dari bahasa Inggris “ date “ yang berarti , tanggal, janji, berkencan, atau berpacaran. Secara sederhana, ketika seseorang membuat janji kepada orang yang disukainya untuk berkencan atau berpacaran maka hal tersebut dinamakan nge-date. Sebelum kita lebih jauh membahas tentang nge-date maka perhatikan lirik lagu berikut ini :  Sekian lama aku menunggu untuk kedatanganmu. Bukankah engkau telah berjanji kita jumpa disini. Datanglah… kedatanganmu ku tunggu… telah lama… telah lama ku menunggu… Maaf stop dulu lagunya, ulun takut buhan pian teringat pacar. He he he… Begitulah keresahan yang dialami oleh Rita ketika sudah lama menunggu kedatangan Rhoma. Namun, Rhoma tak jua kunjung datang. Sungguh betapa sabarnya seseorang menunggu kekasihnya. Eemm…, janjian, memang sebuah janji harus di tepati karena al-Wa’du daynun, janji adalah hutang. Ketika seorang kekasih meminta kepada yang dikasihinya untuk nge-date, dimalam anu, ditempat anu, di waktu anu, dan dengan pakaian anu, pasti akan terasa ringan untuk melakukannya. Karena hal tersebut dilandasi rasa cinta. Perintah pacar laksana titah seorang raja dan permintaan pacar laksana permintaan seorang permaisuri. Ulun maklum saja tentang hal itu, pengalaman….. uups.., jangan suudzzhon dulu, maksudnya pengalaman melihat di flim-flim. Terus terang ulun heran, kenapa ketika Allah, Tuhan alam semesta yang mengajak untuk nge-date  di waktu subuh, zuhur, ashar, magrib, dan isya. Eeeeh… ternyata cuma sedikit yang datang. Bahkan datang  dengan pakaian seadanya, bau keringat kemana-kemana, terlambat pula. Sudah datang paling lambat, pulang paling cepat. MasyaAllah ! sungguh ter...la...lu… kata Bung Rhoma.
Sahabat seperjuangan, nge-date sama makhluk saja habis-habisan, masa nge-date dengan Allah pas-pasan. Ketika pacar mengajak nge-date ke sebuah tempat yang romantis dan khususnya bagi laki-laki, sekalipun harus dia membayar , tetap saja dia mau nge-date sama pacarnya. Tapi giliran  nge-date sama Allah, tanpa bayar, gratis… tiss… tisss. Emm.. tetap saja dia malas nge-date sama Allah.  Emmm… ter…la…lu…..
Setiap orang mempunyai kriterianya masing-masing untuk menetapkan pasangan nge-date nya. Begitu pula dengan Allah Swt. Ulun telah mengumpulkan data dari Al-Qur’an kriteria yang disukai Allah dan yang tidak disukai-Nya.
Kriteria hamba yang disukai Allah
1.      Orang yang bersifat ihsan (Al-Baqarah : 195)
2.      Orang yang bertaubat dan orang yang mensucikan diri (Al-Baqarah : 222).
3.      Orang yang bertaqwa (Ali Imran : 76)
4.      Orang yang sabar (Ali Imran : 146).
5.      Orang yang bertawakkal (Ali Imran : 159)
6.      Orang yang adil (Al-Maidah : 42).
7.      Orang yang berperang di jalan Allah  (As-Shaf : 4)
            Kriteria hamba yang dibenci Allah                               
1.      Orang yang melampaui batas (Al-Baqarah : 190)
2.       (Al-Baqarah : 205). tidak menyukai kebinasaan.
3.      Orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa  (Al-Baqarah : 276).
4.      Orang yang berbuat zholim (Ali Imran : 57 )
5.      Orang yang sombong dan suka membanggakan diri  (An-Nisa : 36).
6.      Orang yang berkhianat lagi bergemilang dosa (An-Nisa : 107)
7.      Orang yang suka berkata buruk (An-Nisa : 148).
8.      Orang yang berlebih-lebihan (An-‘Am :141).
Itulah kriteria-kriteria yang di tetapkan Allah Swt. agar seorang hamba bisa nge-date dengan-Nya. Betapa asyiknya nge-date sama Allah Swt. Seandainya ada orang yang mengatakan nge-date sama seorang gadis adalah sangat mengasyikkan maka ulun akan mengatakan nge-date sama Allah akan jauuuuuuuuuh lebih asyik lagi dari hal tersebut. Tidak percaya.. ?  Buktikan saja sendiri !.  Ulun sangat yakin, jika buhan pian mampu memenuhi kriteria yang tercantum di atas, insyaAllah pian akan jadi waliyullah (kekasih Allah). Paling tidak, untuk bisa nge-date dengan-Nya maka harus ada salah satu di antara kriteria tersebut yang terdapat dalam diri pian. Contoh, pian mempunyai sifat ihsan. Ihsan dalam arti an ta’budallaha kaanaka tarahu fain lam takun tarahu fainnahu yaraka, ketika pian beribadah kepada Allah Swt. maka seolah-olah pian melihat-Nya namun jika pian tidak bisa melihat-Nya maka yakinlah bahwa Dia melihat pian.
Jika di dalam diri seseorang sudah melekat sifat ihsan maka pasti ia merasa takut berbuat kemaksiatan. Jangankan untuk berbuat kemaksiatan, terlintas di dalam pikiran saja hendak berbuat maksiat, dia sudah begitu ketakutan. Kenapa demikian ?. Karena ia merasa seolah-seolah melihat Allah Swt. di dalam setiap gerak dan diamnya. Paling tidak seseorang yang mempunyai sifat ihsan, ia merasa di lihat oleh Allah Swt. Nah, hal ini yang membuat Allah cinta kepadanya.  Semoga kita semua bisa nge-date sama Allah Swt. Amin Ya Rabbal ‘alamin. Jazakumullah khayral jaza.