Ulun
+ Allah = Cukup
|
S
|
ejatinya memang galau adalah manusiawi. Galau
adalah di saat hati merasa tidak tentram dan gelisah memikirkan sesuatu yang
belum ada solusinya. Akan lebih baik dan bijak jika galau tersebut di alihkan kearah
yang positif. Galau tentang dosa yang lebih banyak daripada amal, galau tentang
yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk orang lain, dan lain-lain. Itu akan
lebih baik daripada “ngegalauin si dia yang masih gantungin gue hingga saat
ini” atau “ ngegalauin si dia
yang tidak pernah paham kode dan isyarat cinta yang gue berikan “. Itu
hanya pikiran orang-orang yang tidak punya arah di dalam kehidupan. Artinya apa
? Orang-orang tidak akan menaruh kepercayaan kepada orang-orang yang suka
menggalaukan hal yang tak jelas rimbanya. Kemana… kemana… kemana, ku harus
mencari dimana ?. Begitulah kata Ayu Ting-Ting. Apakah remaja muslim tidak boleh galau ? Seandainya
di dalam ilmu fiqih ada bab khusus membahas tentang galau, bisa jadi ada galau
wajib, galau sunnah, galau makruh, galau mubah, dan galau haram. Wallahu
a’lam bisshowwab. Menurut hemat ulun, seorang remaja muslim wajib galau.
Rabi’ah al-‘Adawiyyah yang galau berat
Ketika suami Rabi’ah al-‘Adawiyyah ra.
meninggal, datanglah Hasan al-Bashri, dkk mengadap Rabi’ah. Mereka meminta izin
diperkenankan masuk. Rabi’ah pun mengizinkan mereka masuk, lalu ia mengulurkan tirai dan duduk di balik tirai.
Hasan, dkk berkata : Suami pian telah tiada, maka pilihlah salah satu dari kami
yang pian sukai. Rabi’ah menjawab : Inggih, dengan senang hati. Tapi, ulun mau
bertanya terlebih dahulu kepada buhan pian. Siapa yang paling ‘alim di
antara buhan pian itulah yang akan menjadi suami ulun ?. Maka mereka (kawan-kawan Hasan) berkata :
Orang yang paling ‘alim di antara kami adalah Hasan al-Bashri ra. Kemudian
Rabi’ah berkata kepada Hasan : Jika pian bisa menjawab 4 pertanyaan maka ulun
mau menjadi istri pian. Silahkan bertanya - semoga Allah memberikan taufik
kepadaku supaya bisa menjawab pertanyaan pian. Rabi’ah bertanya : Bagaimana
pendapat pian jika ulun meninggal dunia, apakah dalam keadaan muslim atau kafir
?. Yang pian tanyakan itu adalah hal ghaib, jawab Hasan. Rabi’ah bertanya : Bagaimana
pendapat pian, ketika ulun di masukkan ke dalam kubur dan di tanyai Munkar dan
Nakir, apakah ulun mampu menjawab atau tidak ?. Itu persoalan ghaib juga, jawab
Hasan. Rabi’ah bertanya : Ketika manusia di kumpulkan di padang mahsyar,
berterbanganlah kita-kitab catatan amal. Ada yang diserahkan buku catatan amal
tersebut ke tangan kanannya dan ada pula yang di serahkan ke tangan kirinya.
Apakah buku catatan amal ulun akan di berikan ke tangan kanan atau kiri ?.
Lagi-lagi yang pian tanyakan adalah hal ghaib, jawab Hasan. Rabi’ah bertanya
: Ketika hari kiamat terdengar seruan
bahwa sebagian manusia masuk surga dan sebagaian yang lain masuk neraka. Apakah
ulun termasuk ahli surga atau ahli neraka ?. Pertanyaan pian ini juga termasuk
hal yang ghaib, jawab Hasan. Rabi’ah pun berkata : Bagaimana seseorang yang
galau berat terhadap 4 hal tersebut bisa memikirkan calon suami. (Syarah ‘Uqud
al-Lujjain : 20). Nah sahabat seperjuangan, itulah galau yang berkualitas
tinggi. Oleh karena itu, Galaukan diri pian dengan galau yang berkualitas dan
asli bukan KW. Kalau perlu ganti saja frame galau dengan God Always
Listening and always Understanding. Jadi, kalau kita galau yang tidak
jelas, harusnya kita ingat Allah bahwa Dia selalu mendengar rintihan hati kita,
Dia selalu mengetahui apa yang kita galaukan dan Dia tidak mungkin tega jika
kita merintih kepada-Nya seraya mengangkat kedua tangan. Pasti Allah akan
memberikan ketenangan kepada orang-orang
yang ingat kepada-Nya. Sebagaimana Allah Swt. berfirman di dalam Al-Qur’an, “
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi
tenteram”. (QS. Ar-Ra’du : 28).
Yakinlah sahabat, bahwa hanya Allah Swt. yang
bisa menghilangkan rasa kegalauan kita, yang paling mengerti perasaan kita dan cukup Allah yang menjadi sandaran hidup kita. Bohong….,
jika pacar pian mengatakan : “ Ulun tanpamu terasa hampa. Jalan hidup ulun
tanpa pian terasa sunyi. Hati ini tanpa pian terasa sesak dan gersang. Pasir
kalee gersang !. Bohong.. dusta.. pangaramput banar… Berani sekali
dia berkata demikian, Allah di kemanaen… Allah mau di apaen !!. Seharusnya kita
berucap, tanpa Allah, hidupku hanya
menjadi sampah. Tanpa Allah, jalan hidupku tak terarah. Tanpa Allah, hatiku
terasa galau dan gelisah. Cukuplah Pian yang jadi dokter ulun. Cukup Pian yang
menjadi nakhoda kapal kehidupan ulun. Dan cukup Pian yang ada di dalam hati
ulun.
Mulai sekarang jadikanlah salah
satu motto dalam hidup pian “ Ulun + Allah = Cukup “. Wa kafa billahi
syahida, Cukup Allah yang menyaksikan flim dokumenter kehidupan pian. Wa kafa billahi nashira,
cukup Allah yang menjadi penolong pian ketika datangnya ujian. Wa kafa
billahi wakiila, cukup Allah yang menjadi pelindung pian di saat datangnya
panah musibah. Pacar… lewat ! Huuuus
huuus… jauh.. jauh.. jauh.. kata acil Syahrini. Dan juga ganti lirik lagu “ goyang dumang “ yang lagi booming tuh dengan
“ Ayo ingat Allah, biar hati senang, pikiran pun tenang, galau jadi hilang. Ayo
ingat Allah, biar hati senang , semua masalah jadi hilang. Ayo ingat Allah
lah.. lah.. lah…lah. He he...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar