Kamis, 12 Maret 2015

Lupa Amanah Lupa dengan Allah



Lupa Amanah Lupa dengan Allah
W
alaupun ulun sudah mendapatkan judul tersebut dari siang tadi namun ulun masih bingung harus memulai tulisan ini darimana dulu. Bismillah, begini saja, ulun awali tulisan ini dengan pertanyaan, pernahkan pian menghitung nikmat yang telah diberikan Allah Swt. mulai berada di kandungan ibu sampai besar seperti ini ?. Pasti belum pernah kan. He he… bukannya ulun sok tahu tapi memang Al-Qur’an sendiri yang mengatakan : ‘…Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya… “. (QS. Ibrahim : 34).   Tuh kan, tidak mungkin kita mampu menghitungnya karena begitu banyak nikmat yang telah Allah Swt. berikan kepada kita. Namun sadarkah kita, ketika Allah Swt. memberikan nikmat kepada kita berarti Dia telah memberi amanah kepada kita untuk menjaga dan menggunakan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya. Jika kita tidak bisa melaksanakan amanah tersebut dengan baik maka Allah Swt. akan menarik kembali nikmat yan telah di berikan-Nya. Seperti halnya ulun, banyak melakukan dosa dan maksiat dengan mata ini, mungkin secara tidak sengaja melihat wanita yang bukan mahramnya, eehh.. tapi dilihatin terus-menerus atau mata ini lebih sering digunakan menonton televisi yang di dalamnya banyak tayangan-tayangan yang membuka aurat daripada melihat mushaf Al-Qur’an maka Allah Swt. menarik kembali nikmat penglihatan tersebut. Namun AlhamdulillahAlhamdulillah… Allah Yang Maha Pengasih masih menyayangi ulun. Dia tidak menarik semua daya penglihatan ulun. Seandainya semua daya penglihatan ulun di ambil maka butalah ulun. Tapi sekali lagi Allah Swt. begitu sayang kepada hamba-Nya sehingga daya penglihatan yang di ambil secara bertahap, sedikit demi sedikit untuk melihat, apakah dia mau bersyukur dan berhenti berbuat maksiat atau tidak.  
Hati-hati tuh… yang merasa ganteng atau cantik, kaya, kuat, hebat, maupun yang merasa cerdas. Sebentar saja Allah Swt. mengambil semua nikmat yang ada pada diri kita. Misalnya ada mahasiswa yang cerdas, hebat diskusi, jangankan mahasiswa dosen pun kalah berdebat dengannya, bahkan  IP nya selalu 4 di setiap semester tapi dengan kecerdasannya ia menjadi sombong, suka menghasud orang lain, dan lupa bahwa Allah Swt. lah yang membuatnya menjadi cerdas bukan ia cerdas dengan sendirinya. Wah.. jika Allah Swt. ingin mengambil nikmat kecerdasan tersebut, sangan mudah kok, cukup Allah berkata kun fayakun (misalnya jadilah engkau gila maka gilalah dia). Mau berbuat apa, ketika sudah terjadi. Semuanya hanya titipan dan amanah yang harus di jaga, jangan bangga !. dan semuanya pasti dipertangungajawabkan, jangan sok hebat ! ingat Allah… Allah…Allah !  Jangan ingat ulun.. ulun…ulun.. ! he he he.

Duhai sahabat seperjuangan, amanah adalah kata yang mudah untuk di ucapkan tapi sukar untuk di realisasikan. Satu nafas yang keluar dan masuk ke dalam hidung itu nikmat yang harus di pertanggungjawabkan. Setiap mata melihat, telinga mendengar, tangan kaki begerak, otak berpikir, dan hati berintuisi maka mesti ada yang harus di pertanggungjawabkan. Sedikit ataupun banyak maka pasti akan di timbang dan balasannya akan diperlihatkan kepada kita semua. Sebagaimana Allah Swt. berfirman : “ Barangsiapa yang melakukan amal kebaikan seberat atom maka pasti ia akan melihat balasannya dan barangsiapa yang melakukan kejahatan maka ia pun pasti akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah : 7-8). Tahukan pian sabarataan bahwa nikmat yang paling besar yang telah diberikan Allah Swt. kepada kita adalah iman dan islam. Sungguh betapa zholimnya kita kepada Allah Swt. karena kita hanya bisa mengaku beriman dan beragama Islam. Tapi kenyataannya, mabuk-mabukan jalan terus, cari situs porno tancap terus, jalan-jalan dengan pacar mau terus…  Ulun tidak bisa membayangkan jika Allah Swt. mengambil nikmat tersebut dari relung hati kita. Neraka menunggu para calon penghuninya !  Na’udzubillahi min dzalik !.
Terasa sedih dan tak berdaya, ketika melihat sahabat seperjuangan, khususnya wanita muslimah yang berfoto selfie dengan bermacam-macam gaya dan ekspresi. Mulai dari lidah terjulur sampai mata yang di putar balikkan.  Berfoto selfie boleh tapi tolong jangan di tempat umum dan tidak ada orang yang melihat pian. Sebaiknya di dalam rumah saja dan tolong setelah itu jangan di apload ke dunia maya, cukup di simpan saja dan jangan di perlihatkan ke orang lain. Awas…. jika di sebarkan ke dunia maya maka hati-hati riya. Ingat iman.. iman kawan. Kata Nabi Saw. “ Malu itu sebagian dari iman”. Pertanyaannya, apakah berfoto selfie dengan berbagai gaya kemudian di sebarkan ke dunia maya tanpa memiliki rasa malu, hal tersebut adalah cerminan dari pribadi wanita muslimah yang baik ? Renungkanlah !. Itu hanphone yang di gunakan untuk selfie pasti akan di tanya di akhirat nanti.  “ Kenapa engkau tidak menjalankan amanah dengan baik ? “ “ Amanah apa wahai Allah ? Tanya si fulan ”.  Yaitu amanah yang Aku berikan kepadamu nikmat berupa handphone, tapi kenapa engkau menyalahgunakannya ?.  Hayoooo…… mau jawab apa lagi. Mau jawab untuk selfiean wahai Allah. Emang berani untuk mengatakannya. Emmm mana mungkin, yang ada air peluh membasahi tubuh karena begitu takut kepada Allah Yang Maha Perkasa. Alhamdulilla khalas..  sudah dulu ya, semoga minggu depan kita  berjumpa lagi, semoga buhan pian tidak bosan untuk membaca tulisan ulun.  Jazakallahu khayral jaza’ ‘ala ihtimamikum. (Di tulis 13 Maret 2015, jam 22 : 54 ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar