Lupa Amanah Lupa dengan Allah
|
W
|
alaupun ulun
sudah mendapatkan judul tersebut dari siang tadi namun ulun masih bingung harus
memulai tulisan ini darimana dulu. Bismillah, begini saja, ulun awali
tulisan ini dengan pertanyaan, pernahkan pian menghitung nikmat yang telah diberikan
Allah Swt. mulai berada di kandungan ibu sampai besar seperti ini ?. Pasti
belum pernah kan. He he… bukannya ulun sok tahu tapi memang Al-Qur’an sendiri
yang mengatakan : ‘…Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu
menghinggakannya… “. (QS. Ibrahim : 34).
Tuh kan, tidak mungkin kita mampu menghitungnya karena begitu banyak
nikmat yang telah Allah Swt. berikan kepada kita. Namun sadarkah kita, ketika
Allah Swt. memberikan nikmat kepada kita berarti Dia telah memberi amanah
kepada kita untuk menjaga dan menggunakan nikmat tersebut dengan
sebaik-baiknya. Jika kita tidak bisa melaksanakan amanah tersebut dengan baik
maka Allah Swt. akan menarik kembali nikmat yan telah di berikan-Nya. Seperti
halnya ulun, banyak melakukan dosa dan maksiat dengan mata ini, mungkin secara
tidak sengaja melihat wanita yang bukan mahramnya, eehh.. tapi dilihatin
terus-menerus atau mata ini lebih sering digunakan menonton televisi yang di
dalamnya banyak tayangan-tayangan yang membuka aurat daripada melihat mushaf
Al-Qur’an maka Allah Swt. menarik kembali nikmat penglihatan tersebut. Namun Alhamdulillah…
Alhamdulillah… Allah Yang Maha Pengasih masih menyayangi ulun. Dia tidak
menarik semua daya penglihatan ulun. Seandainya semua daya penglihatan ulun di
ambil maka butalah ulun. Tapi sekali lagi Allah Swt. begitu sayang kepada
hamba-Nya sehingga daya penglihatan yang di ambil secara bertahap, sedikit demi
sedikit untuk melihat, apakah dia mau bersyukur dan berhenti berbuat maksiat
atau tidak.
Hati-hati tuh… yang merasa ganteng atau cantik, kaya, kuat, hebat, maupun
yang merasa cerdas. Sebentar saja Allah Swt. mengambil semua nikmat yang ada
pada diri kita. Misalnya ada mahasiswa yang cerdas, hebat diskusi, jangankan
mahasiswa dosen pun kalah berdebat dengannya, bahkan IP nya selalu 4 di setiap semester tapi dengan
kecerdasannya ia menjadi sombong, suka menghasud orang lain, dan lupa bahwa
Allah Swt. lah yang membuatnya menjadi cerdas bukan ia cerdas dengan
sendirinya. Wah.. jika Allah Swt. ingin mengambil nikmat kecerdasan tersebut,
sangan mudah kok, cukup Allah berkata kun fayakun (misalnya jadilah
engkau gila maka gilalah dia). Mau berbuat apa, ketika sudah terjadi. Semuanya
hanya titipan dan amanah yang harus di jaga, jangan bangga !. dan semuanya
pasti dipertangungajawabkan, jangan sok hebat ! ingat Allah… Allah…Allah ! Jangan ingat ulun.. ulun…ulun.. ! he he he.
Duhai sahabat seperjuangan, amanah adalah kata yang mudah untuk di
ucapkan tapi sukar untuk di realisasikan. Satu nafas yang keluar dan masuk ke
dalam hidung itu nikmat yang harus di pertanggungjawabkan. Setiap mata melihat,
telinga mendengar, tangan kaki begerak, otak berpikir, dan hati berintuisi maka
mesti ada yang harus di pertanggungjawabkan. Sedikit ataupun banyak maka pasti
akan di timbang dan balasannya akan diperlihatkan kepada kita semua. Sebagaimana
Allah Swt. berfirman : “ Barangsiapa yang melakukan amal kebaikan seberat
atom maka pasti ia akan melihat balasannya dan barangsiapa yang melakukan
kejahatan maka ia pun pasti akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :
7-8). Tahukan pian sabarataan bahwa nikmat yang paling besar yang telah
diberikan Allah Swt. kepada kita adalah iman dan islam. Sungguh betapa
zholimnya kita kepada Allah Swt. karena kita hanya bisa mengaku beriman dan
beragama Islam. Tapi kenyataannya, mabuk-mabukan jalan terus, cari situs porno tancap
terus, jalan-jalan dengan pacar mau terus…
Ulun tidak bisa membayangkan jika Allah Swt. mengambil nikmat tersebut
dari relung hati kita. Neraka menunggu para calon penghuninya ! Na’udzubillahi min dzalik !.
Terasa sedih dan tak berdaya, ketika melihat sahabat seperjuangan, khususnya
wanita muslimah yang berfoto selfie dengan bermacam-macam gaya dan ekspresi.
Mulai dari lidah terjulur sampai mata yang di putar balikkan. Berfoto selfie boleh tapi tolong jangan di
tempat umum dan tidak ada orang yang melihat pian. Sebaiknya di dalam rumah saja
dan tolong setelah itu jangan di apload ke dunia maya, cukup di simpan saja dan
jangan di perlihatkan ke orang lain. Awas…. jika di sebarkan ke dunia maya maka
hati-hati riya. Ingat iman.. iman kawan. Kata Nabi Saw. “ Malu itu sebagian
dari iman”. Pertanyaannya, apakah berfoto selfie dengan berbagai gaya
kemudian di sebarkan ke dunia maya tanpa memiliki rasa malu, hal tersebut
adalah cerminan dari pribadi wanita muslimah yang baik ? Renungkanlah !. Itu hanphone
yang di gunakan untuk selfie pasti akan di tanya di akhirat nanti. “ Kenapa engkau tidak menjalankan amanah
dengan baik ? “ “ Amanah apa wahai Allah ? Tanya si fulan ”. Yaitu amanah yang Aku berikan kepadamu nikmat
berupa handphone, tapi kenapa engkau menyalahgunakannya ?. Hayoooo…… mau jawab apa lagi. Mau jawab untuk
selfiean wahai Allah. Emang berani untuk mengatakannya. Emmm mana mungkin, yang
ada air peluh membasahi tubuh karena begitu takut kepada Allah Yang Maha
Perkasa. Alhamdulilla khalas.. sudah dulu ya, semoga minggu depan kita berjumpa lagi, semoga buhan pian tidak bosan
untuk membaca tulisan ulun. Jazakallahu
khayral jaza’ ‘ala ihtimamikum. (Di tulis 13 Maret 2015, jam 22 : 54 ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar