Sabtu, 14 Maret 2015

Sok ALim Loe !



Sok Alim Loe !
D
unia ini tidak akan pernah sunyi di hiasi dan diwarnai baik oelh orang yang jahat maupun orang yang baik. Orang yang baik memberikan warna putih bersih sehingga dunia tampak bersinar terang benderang sedangkan orang jahat membubuhkan warna hitam kelam sehingga dunia tampak terasa seram dan mencekam.
Sungguh ironi, ketika orang jahat teah bertaubat dengan taubatan nashuha, ia melaksanakan ajaran Islam secara kaffah namun bukan ucapan selamat atau kbar gembira yang ia terima tapi ocehan dan sindiran yang ia dapatkan dari orang-orang yang di sekelilingnya dengan ucapan “Sok alim loe !". Hal ini wajar, sepeeti anak SD misalnya, untuk melihat dan mengukur seberapa jauh anak tersebut paham terhadap pelajaran yang disampaikan gurunya. Oleh karena itu, dibuatlah yang namanya “ujian”. Begitu pula orang yang bertaubat, mesti ada pembuktian dari kesungguhan pertaubatannya. Sehingga sindiran dan ocehan orang-orang di seklilingnya menjadi ujian pertamanya. Apakah dia akan lulus dan naik ke kelas berikutnya ataukah ia bertahan dan tidak lulus-lulus ujian taubat karena termakan ocehan orang.
Duhai saudara saya yang di uji Allahh, janganlah ocehan dan sindiran orang-orang di sekelilingmu menjadi penghancur taubat dan penghenti langkah anda menuju cahaya ilahi. Tapi jadikanlah hal tersebut menjadi motivasi dan pendongkrak semangat untuk selalau memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Berpikir positif juga menjadi kunci utama untuk meraih kelulusan “ujian taubat”. Anggap saja ocehan yang anda terima adalah  seperti kotoran ayam yang lama-kelamaan akan menyeburkan tanah yang nada pijak “kemantapan langkah” atau anggap saja ocehan tersebut seperti seperti batu-bata yang lama-kelamaan menajdi tembok besar yang membentengi dirimu dari segala serangan sehingga anda tidak mudah dirobohkan. “keteguhan hati”. Jangankan ocehan, sesuatu yang lebih besar dari ocehan pun anda mampu bertahan.
Duhai saudara saya yang terpuji, semoga Allah Swt. memberika kita kemantapan langkah di dalam melalui segala ujian di dunia ini dan keteguhan jiwa untuk bersabar dalam menghadapinya. Penulis merasa sedih, ketika orang jahat lalau bertaubat, eeehh…., malah di olok-olok. Kata mereka, paling-paling taubat sambel, hari ini taubat besok langsung kumat, hari ini berhati malaikat besok hari langsung berhati setan terlaknat. Munafik loe !. Bahkan ketika ia menampakkan keislamannya, malah mereka berkata : “ Sok alim loe !”.
Rasulullah Saw. bersabda :
ألا وإن الجنة حفت بالمكاره وإن النار حفت بالشهوات
Ketahuilah, sesungguhnya surga itu di kelilingi oleh segala yang dibenci oleh hawa nafsu sedangkan neraka itu dikelilingi oleh syahwat (yang menipu daya)“.
Salah satu yang dibenci oleh hawa nafsu adalah bersabar berbuat taat kepada Allah Swt. Bersbarlah terus karena Allah bersama orang-orang yang sabar dan jangan pernah mundur untuk mensukseskan ujian taubat karena Allah cinta orang-orang yang taubat dan orang-orang yang mensucikan diri.
Duhai saudara saya yang dirahmati Allah, memulai perubahan dari orang yang jahat menjadi orang yang baik memang tidaklah semudah membalikkan tekapak tangan. Mendaki gunung pun perlu perjuangan dan tenaga yang tidak biasa, apalagi untuk mencapai ridho Allah ‘Azza wa Jalla. Pertaubatan adalah langkah awal menuju ridho-Nya, sekalipun ada ocehan dan sindiran dari orang-orang di seklilingmu. Hal tersebut hanyalah laksana kilat yang membuatmu takut dan mundur tapi yakinlah hal tersebut tidak akan mampu menggoyahkan keteguhan hatimu. Bismillah, anda bisa mengatasinya. InsyaAllah... insyaAllah, Allah akan memudahkan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar