Nge-Date
Sama Allah
|
N
|
ge-date
berasal dari bahasa Inggris “ date “ yang berarti , tanggal, janji,
berkencan, atau berpacaran. Secara sederhana, ketika seseorang membuat janji
kepada orang yang disukainya untuk berkencan atau berpacaran maka hal tersebut
dinamakan nge-date. Sebelum kita lebih jauh membahas tentang nge-date
maka perhatikan lirik lagu berikut ini : Sekian lama aku menunggu untuk
kedatanganmu. Bukankah engkau telah berjanji kita jumpa disini. Datanglah…
kedatanganmu ku tunggu… telah lama… telah lama ku menunggu… Maaf stop dulu
lagunya, ulun takut buhan pian teringat pacar. He he he… Begitulah
keresahan yang dialami oleh Rita ketika sudah lama menunggu kedatangan Rhoma. Namun,
Rhoma tak jua kunjung datang. Sungguh betapa sabarnya seseorang menunggu
kekasihnya. Eemm…, janjian, memang sebuah janji harus di tepati karena al-Wa’du
daynun, janji adalah hutang. Ketika seorang kekasih meminta kepada yang
dikasihinya untuk nge-date, dimalam anu, ditempat anu, di
waktu anu, dan dengan pakaian anu, pasti akan terasa ringan untuk
melakukannya. Karena hal tersebut dilandasi rasa cinta. Perintah pacar laksana
titah seorang raja dan permintaan pacar laksana permintaan seorang permaisuri.
Ulun maklum saja tentang hal itu, pengalaman….. uups.., jangan suudzzhon
dulu, maksudnya pengalaman melihat di flim-flim. Terus terang ulun heran,
kenapa ketika Allah, Tuhan alam semesta yang mengajak untuk nge-date di waktu subuh, zuhur, ashar, magrib, dan
isya. Eeeeh… ternyata cuma sedikit yang datang. Bahkan datang dengan pakaian seadanya, bau keringat kemana-kemana,
terlambat pula. Sudah datang paling lambat, pulang paling cepat. MasyaAllah
! sungguh ter...la...lu… kata Bung Rhoma.
Sahabat seperjuangan, nge-date sama makhluk saja habis-habisan,
masa nge-date dengan Allah pas-pasan. Ketika pacar mengajak nge-date
ke sebuah tempat yang romantis dan khususnya bagi laki-laki, sekalipun harus dia
membayar , tetap saja dia mau nge-date sama pacarnya. Tapi giliran nge-date sama Allah, tanpa bayar,
gratis… tiss… tisss. Emm.. tetap saja dia malas nge-date sama Allah. Emmm… ter…la…lu…..
Setiap orang mempunyai kriterianya masing-masing untuk menetapkan
pasangan nge-date nya. Begitu pula dengan Allah Swt. Ulun telah mengumpulkan
data dari Al-Qur’an kriteria yang disukai Allah dan yang tidak disukai-Nya.
Kriteria hamba yang disukai Allah
1.
Orang yang bersifat ihsan
(Al-Baqarah : 195)
2.
Orang yang bertaubat dan
orang yang mensucikan diri (Al-Baqarah : 222).
3.
Orang yang bertaqwa (Ali
Imran : 76)
4.
Orang yang sabar (Ali Imran
: 146).
5.
Orang yang bertawakkal (Ali
Imran : 159)
6.
Orang yang adil (Al-Maidah
: 42).
7.
Orang yang berperang di
jalan Allah (As-Shaf : 4)
Kriteria hamba yang dibenci Allah
1.
Orang yang melampaui batas (Al-Baqarah
: 190)
2.
(Al-Baqarah : 205). tidak menyukai kebinasaan.
3.
Orang yang tetap dalam
kekafiran dan selalu berbuat dosa (Al-Baqarah
: 276).
4.
Orang yang berbuat zholim (Ali
Imran : 57 )
5.
Orang yang sombong dan suka
membanggakan diri (An-Nisa : 36).
6.
Orang yang berkhianat lagi
bergemilang dosa (An-Nisa : 107)
7.
Orang yang suka berkata
buruk (An-Nisa : 148).
8.
Orang yang berlebih-lebihan
(An-‘Am :141).
Itulah kriteria-kriteria yang di tetapkan Allah Swt. agar seorang hamba
bisa nge-date dengan-Nya. Betapa asyiknya nge-date sama Allah
Swt. Seandainya ada orang yang mengatakan nge-date sama seorang gadis adalah
sangat mengasyikkan maka ulun akan mengatakan nge-date sama Allah akan
jauuuuuuuuuh lebih asyik lagi dari hal tersebut. Tidak percaya.. ? Buktikan saja sendiri !. Ulun sangat yakin, jika buhan pian
mampu memenuhi kriteria yang tercantum di atas, insyaAllah pian akan
jadi waliyullah (kekasih Allah). Paling tidak, untuk bisa nge-date
dengan-Nya maka harus ada salah satu di antara kriteria tersebut yang terdapat
dalam diri pian. Contoh, pian mempunyai sifat ihsan. Ihsan dalam
arti an ta’budallaha kaanaka tarahu fain lam takun tarahu fainnahu yaraka,
ketika pian beribadah kepada Allah Swt. maka seolah-olah pian melihat-Nya namun
jika pian tidak bisa melihat-Nya maka yakinlah bahwa Dia melihat pian.
Jika di dalam diri seseorang sudah melekat sifat ihsan maka pasti
ia merasa takut berbuat kemaksiatan. Jangankan untuk berbuat kemaksiatan,
terlintas di dalam pikiran saja hendak berbuat maksiat, dia sudah begitu
ketakutan. Kenapa demikian ?. Karena ia merasa seolah-seolah melihat Allah Swt.
di dalam setiap gerak dan diamnya. Paling tidak seseorang yang mempunyai sifat ihsan,
ia merasa di lihat oleh Allah Swt. Nah, hal ini yang membuat Allah cinta
kepadanya. Semoga kita semua bisa nge-date
sama Allah Swt. Amin Ya Rabbal ‘alamin. Jazakumullah khayral jaza.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar