Rabu, 18 Maret 2015

Berdakwah, harus di uji !



 Berdakwah, Harus Di Uji !
S
udah dua buah artikel ulun menulis tentang perjalanan Hannan yang pertama berjudul “ The Power of Dream “ dan yang kedua “ Curhat Saja Kepada Allah “. Namun, ulun belum juga mengungkapkan siapa Hannan sebenarnya. Baiklah, ulun akan menceritakan siapa Hannan tersebut. Hannan di lahirkan di desa Nagara, 21 Juli 1994. Hannan adalah hasil dari buah cinta pernikahan ibunda Hj. Noor Ainah dan ayahanda H. Murjani. Dia adalah anak tunggal. Sekarang dia menjadi  salah satu Mahasiswa FUAD (Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah) Jurusan Komunikasi dan Dakwah, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Palangka Raya, sekaligus termasuk salah seorang yang menerima BIDIKMISI. Hobbinya adalah membaca . Motto dalam hidupnya “ Never day without read the Al- Qu’an “. Dia berbadan kurus tinggi dan berkulit sawo matang, dan berkaca mata. Kiranya ulun sudah cukup menggambarkan sosok seorang Hannan.
Sehari setelah bertemu  dan berdialog dengan Rina di pojok mesjid Darussalam, di malam rabunya, Hannan menerima sms dari Rina yang berbunyi “ AKU CINTA KAMU ”. Hannan terkejut membaca sms tersebut, pasalnya ia tidak menyangka Rina mempunyai rasa seperti itu. Hannan berpikir sejenak, “ apakah ini sebuah ujian di dalam menjalankan misi dakwah ?”  Emm.. semoga itu hanya  sekedar perasaan kagum saja kepadaku bukan cinta. Lalu Hannan membalas smsnya tersebut. Benarkah itu Rin ? tanya Hannan. Benar Nan ! jawab Rina.
Hannan menunda membalas sms tersebut karena ia sibuk  membuat status baru di facebook. Status tersebut  bukan untuk menunjukkan rasa galau  tapi untuk mensyiarkan dakwah Islam. Inilah status yang di sebarkan oleh Hannan,  Janganlah seseorang menghibur hati dengan hiburan dunia karena syaitan akan menguasai hatinya”. Dan untuk menenggalakamkan diri ke Nur Muhammad maka hendaklah ia memperbanyak membaca sholawat ”. (Di kutip dari kalam KH. Zainuddin Rais, 8 Februari 2015, pengajian di Mesjid pasar Kameloh).
Seorang yang bersholawat hendaklah ia berada dalam keadaan yang paling sempurna yaitu dalam keadaan suci, berwudhu, menghadap kiblat, membacanya harus denga tartil dan tidak tergesa-tergesa. Karena Baginada Rasulullah Saw. bersabda : “ Apabila kalian bersholawat kepadaku maka hendaklah memperbagus bacaan sholawat kalian karena sholawat kalian tersebut di sampaikan kepadaku namun kalian tidak mengetahuinya “. (Al-Hadis). ( Di kutip dari kitab Kifayatul Atqiya hal. 5 karya ).
 Setelah menyebarkan status tersebut. Lewat sms, Hannan bertanya kepada Rina, tidak kerja kah malam ini ?. Kerja, nih baru saja pulang, jawab Rina. Ya sudah, bersih-bersih badan sebentar dan setelah itu siap-siap tidur lalu  membaca doa… membaca doa yaa, bukan berdua.. he he.., kata Hannan.  Oke, jawab Rina. Maaf, Hannan mau memberikan jatah untuk mata, “ tidur “, sudah mengantuk sekali nih.  Sampai di sini dulu berbalas smsnya. Jika galau lagi, maka curhatnya kepada Allah saja, tegur Hannan kepada Rina.  Baik, Rina tidak akan curhat kepada Hannan dan terimakasih sudah menjadi perantara pemberi semangat dari Allah untukku, jawab Rina dengan penuh kesyukuran. Begitulah kejadian berbalas sms antara Hannan dan Rina. Namun ternyata si Hannan belum juga tidur, dia masih memikirkan kenapa si Rina bisa berkata seperti itu “ AKU CINTA KAMU”. Sungguh menjadi teka-teki bagi Hannan. Dalam lamunannya, Hannan teringat sebuah makalah dari mata kuliah tafsir II  yang membahas tentang metode dakwah yang di ambil dari QS. An-Nahl : 125, “ Serulah  ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasehat yang baik, dan berdebatlah dengan cara yang paling baik… “. Sehingga Hannan memutuskan untuk bersikap hikmah kepada Rina. Hikmah yang di maksud oleh Hannan adalah “ menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya “. Rina adalah temannya sekaligus mitra dakwahnya bukan di jadikan pacarnya. Sebelum tidur, Hannan berdoa, ya Allah semoga itu hanya sekedar perasaan kagum saja dan jadikanlah ia mitra dakwah bukan musuh dakwah serta berikanlah hamba keistiqamahan dan ketabahan dalam menjalan dakwah. Amin.  Setelah itu, tidurlah Hannan dengan mengucap “ bismikallahumma ahya wa bismika amut
Sahabat seperjuangan di jalan Allah, begitulah ujian di dalam berdakwah. Sebuah perlombaan akan sangat mengasyikkan  ketika di dalam perlombaan tersebut terdapat lawan yang tangguh. Ketika ada orang yang mampu mengalahkannya maka ia akan mendapatkan sebuah kebanggan tersendiri. Ancaman dan kecaman di dalam berdakwah yang di lontarkan oleh orang-orang yang benci terhadap dakwah Islam, sudahlah menjadi sarapan pagi bagi aktivis dakwah. Janganlah heran, ketika yang melontarkan kata-kata ketidaksenangan tersebut adalah orang-orang dari Islam itu sendiri, sekali lagi jangan heran. Sebab, orang yang berbuat baik belum tentu di anggap baik  oleh orang lain. Namun  itulah tantangan dakwah hari ini. Seorang da’i tidak hanya harus mengislamkan orang yang bukan Islam tapi juga ia harus mengislamkan kembali orang  Islam. Pesan ulun, yang di kutip dari penggalan ayat Al-Qur’an, “ la tahzan innallah ma’ana “, janganlah bersedih dalam berdakwah karena Allah bersama kita. Hiduplah dakwah walaupun dunia harus musnah !.
Syukran jazilan ‘ala ihtimamikum wa jazakumullah ahsana jaza’. Ilalliqa ya ikhwan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar