Galau Mengundang Amarah
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa azan zuhur di kumandangkan, terdengarlah ia di seluruh penjuru alam, dari satu mensjid ke mesjid yang lainnya, dari musholla kecil hingga yang besar, dari yang sederhana hingga yang megah. Secara tidak langsung seorang muadzzin juga adalah seorang
pendakwah yang menyeru kaum muslimin untuk melangkahkan kaki menuju sabili rabbi yaitu “ mendirikan salat
” baik di mesjid maupun di musholla. Sehingga tidak mengherankan, jika baginda
Nabi Saw. memberikan pengahargaan yang luar biasa kepada seorang muadzzin.
Sebagaimana sabda beliau “Seorang muadzzin (orang yang mengumandangkan azan)
maka akan di ampuni dosanya sejauh suaranya dan pahalanya seperti pahala orang
yang sholat bersamanya”. (HR. Thabarani di dalam kitab Al-Kabir).
Hannan yang berada di tempat
jualan temannya yang setia dan sehati yang bernama “ Muhammad Shobar “. Ulun
tidak tahu apakah nama tersebut di berikan orangtuanya dulu karena faktor kesengajaan dan pengharapan ataukah
hanya sekedar memberi nama saja. Namun yang jelas, ulun meyakini bahwa sebuah
mempunyai “ the power of pray “.
Betapa tidak, Muhammad Shobar yang berarti orang yang terpuji lagi penyabar,
kedua sifat tersebut benar-benar melekat di dalam dirinya. Bayangkan saja,
tempat yang disewanya telah di
niatkannnya untuk berjualan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keperluan
kuliah. Eeeh... ini malah di jadikan markas, tempat santai, tempat tidur,
bahkan tempat makan oleh
teman-temannya termasuk Hannan. Lebih dari itu, beberapa teman yang
memprint di tempatnya tidak tahu menahu
kalau memprint di sana itu bayar bukan gratis tapi seolah-olah mereka tidak
memperdulikannya. Sekalipun begitu, Shobar tetap bersabar, menyambut dan menyapa mereka seperti
biasanya. Namun satu ungkapan yang sering di katakan oleh oleh mama ulun yaitu “
sedalam-dalamnya lautan masih kawa di katahui namun sedalam-dalamnya hati,
siapa nang kawa mangatahui “.
Duuh... jadi panjang bercerita
tentang Muhammad Shobar. Tapi itulah Muhammad Shobar yang menghiasi diri dengan
pakaian sifat terpuji, berhati emas, dan bermahkotakan sabar. Hannan berkata
kepada Shobar : Bar, qad qamal adzan, hayya binaa ilal masjid !. Intadzir
qalilan Han, ana albisu al-izara, jawab
Shobar. Hannan mencoba menggoda dan mendesak Shobar, hayya, hayya Bar !.
Intadzir……. Han ! teriak
Shobar. Setelah selesai memasang sarung, Shobar dan Hannan pergi ke mesjid
Darussalam dengan mengendarai motor. Sesampainya di tempat wudhu, Hannan
bertemu Rina dan mengucapkan salam, assalamulaikum ya ukhti Rina. Wa’alaikumussalam
ya akhi Hannan, jawab Rina. Kayfal hal ?, tanya Hannan. Alhamdulillah
bil khair fi amanillah, jawab Rina. Hal ma dumati
fi “ galau “ ?., tanya Hannan. La, alhamdulillah, wa lakin in kuntu
“ galau “ fa unajii ilallahi faqath, he he he jawab Rina dengan penuh
keceriaan. Thob’an, wa dzalikal wajib ‘alaik. ‘Afwan, ana awwalan ila
dakhilil masjid, ucap Hannnan kepada Rina. Thafaddhol ya akhi Hannan,
ana uridu ilal maudho’ lil wudhui, jawab Rina. Tafaddholi ya ukhti Rina, ilalliqa’ , ucap
Hannan. Syukran, ma’assalamah, balas Rina.
Berpisahlah mereka berdua, Hannan
langsung berjalan ke pintu mesjid sedangkan Rina masuk ke tempat wudhu untuk
berwudhu. Sambil berjalan menuju pintu mesjid, ternyata Hannan berkata di dalam
hati, alhamdulillah galau yang dirasakannya telah hilang dan semoga dia selalu
berpegung kepada tali agama Allah.
Sahabat
seperjuangan di jalan Allah, tidak mudah sehabis putus cinta untuk menyabarkan
diri dan menenangkan hati. Putus cinta bisa berakibat putusnya nyawa. Betap
tidak, orang yang di putuskan cinta padahal ia adalah orang yang setia, rela melakukan
apa saja untuk yang di cintainya. Ketika ia di putuskan tanpa sebab atau alasan
yang jelas maka tentu hal tersebut akan menorehkan luka yang mendalam di hati.
Sehingga tidak sedikit orang yang putus cinta, melampiaskan amrahnya kepada
barang-barang di sekelilingnya. Melempar-lempar hp, kipas angin, merobek-robek
bantal, boneka, baju, dan semua yang mengingatkan tentang dia. Lumpuhkanlah ingatankau, hapuskan tentang dia, hapuskan memoriku
tentangnya, hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia, ku ingin
lupakannya.... begitulah kata Momo Geisha. Bahkan jika di tanya
orangtuanya, ada apa nak ?. maka di jawabnya : Pergi sana, pergi semuanya, aku
tidak ingin ada yang menganggu, jawab dia dengan nada yang kasar. Tanpa di
sadarinya, ia telah mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak sopan, seperti brengsek,
bangsat, bodoh, dan lain-lain.
Tahukah
anda bahwa dia telah di kelilingi oleh api amarah. Sehingga dia tidak bisa
mengendalikan dirinya sendri. Dan orang yang seperti itu bisa nekat melukai
orang lain ataupun dirinya sendiri. Oleh karena itu, baginda Rasulullah Saw
memerintahkan kepada umatnya untuk jangan marah. Sebagaimana sabda beliau, dari
Abu Hurairah ra. bahwa seorang laki-laki berkta kepada beliau : “ Berilah aku
nasehat ! “. Nabi Saw. bersabda : Jangan marah !. Beliau mengulanginya beberapa
kali “ jangan marah “. (HR. Bukhari).
Tidak
sedikit orang yang putus cinta, emosinya tidak terkontrol dan marah-marah tak
jelas pangkalnya. Untuk meredamkan marah, ada beberapa cara yang bisa di tempuh
:
1.
Mengingat-ngingat
dampak dari marah, keutamaan menahan marah, dan memaafkan orang lain.
Imam
Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw.
bersabda : “ Barangsiapa yang menahan marah dan ia sebenarnya mampu untuk
meluapkannya maka pada hari kiamat kelak, ia akan dipannggil Allah di hadapan
makhluk-Nya lalu ia disuruh memilih bidadari yang ia inginkan.
2.
Ta’awwudz
Imam
Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa dua orang laki-laki saling mencaci di
samping Rasulullah Saw.. Salah satunya mencaci saudaranya sambil marah hingga
wajahnya memerah. Maka Rasulullah Saw. bersabda : “ Sesungguhnya aku
mengetahui satu kalimat, anda ia ucapkan, tentu kemarahan yang mereka alami
akan hilang yaitu a’udzubillahi minasy
syaithonir rajim (aku berlindung dari kejahatan setan yang terkutuk).
3.
Mengubah
posisi
Imam
Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda : “ Jika
salah seorang dari kalian marah dan ia berdiri, maka duduklah. Karena kemarahan
akan hilang. Jika belum juga hilang maka berbaringlah. “ Hal ini di karenakan
posisi berdiri lebih mudah untuk meluapkan dendam, lain halnya dengan duduk
ataupun berbaring.
4.
Berwudhu
Karena
pada dasarnya, kemarahan adalah api
yang membaraalam diri, maka air akan
memadamkan api tersebut. Rasulullah Saw. bersabda : “ Sesungguhhnya amarah
itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Jika seorang di antara kalian
marah maka berwudhulah”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Apakah
seorang muslim tidak boleh marah ?. Ya seorang muslim tidak boleh marah kecuali
untuk membela agama Allah Swt. dan kehormatan seorang muslim yang di
injak-injak ataupun melihat larangan Allah di langgar. Maka kondisi
tersebut seorang muslim di perbolehkan
marah. Demikianlah yang dapat ulun share
untuk buhan pian sabarataan. Jadilah orang yang penyabar dan jangan jadi orang
pemarah. Boleh marah, tapi letakkanlah sesuai pada tempatnya. Jazakalllahu
ahsanal jaza’. Wassalam.
Casino Review in South Africa - GoyangFC
BalasHapusGoyang casino offers 100% 마추자먹튀 Welcome Bonus parsshimi.com up to R750. Play online slots games at Casino Goyang matturkmimarlik.com Casino 리턴벳 South 커뮤니티 사이트 Africa with no download, no registration required.