Minggu, 15 Maret 2015

Curhat saja kepada Allah



Curhat Saja Kepada Allah
B
a’da salat ashar, Hannan duduk di pojok mesjid Darussalam sambil membaca bukunya Ust. Yusuf Mansur yang berjudul “ Undang Saja Allah “. Niat hatinya, ingin melunasi hutang kepada seorang teman dan menyerahkan tulisan El-Mannan  yang berjudul “ The Power of Dream ” untuk di koreksi olehnya. Setelah lama menunggu,  Hannan sms temannya tersebut. Eeeeh.. ternyata dia sudah pulang ke rumah. La ba’sa, la’allii ghadan ashtathi’u biliqaaiha.  Tidak beberapa lama, tiba-tiba datang seorang wanita yang berinisial “ R “ menghampiri Hannan. Maaf ya, ini bukan janjian tapi kebetulan. Ingat hanya kebetulan. Hanna mengetahui dia  masih ada sisa-sisa rasa galau. Maklum, habis di putusin pacarnya. Bayangkan saja, ketika kita mencintai seseorang dengan sepenuh hati dan mempertaruhkan apa pun demi yang namanya “cinta”. Tapi apa jadinya, jika cinta harus memilih.  Bukan memilih bersama dan bersatu, melainkan harus berpisah. Nah tuh tahu, seperti lagunya Cita Citata, “ sakitnya tu di sini  di dalam hatiku! “.  Emm.. jadi ingat juga lagunya Meggy Z. “ lebih baik sakit gigi daripada sakit hati “ Ho hoo hooo... Sorry ya, ulun tidak mau melanjutkan lagunya, bukan karena tidak hafal tapi takut pian jadi bergoyang. He he. Nah di saat itu, mereka berdua mengobrol tapi bukan menggosip melainkan mencari solusi bagaimana bisa menghilangkan rasa galau dan mendongkrak semangat baru. Supaya ulun enak menulisnya, ulun beri nama dia “ Rina ”. Oke sepakat !  Harus sepakat donk. Lalu  terjadilah dialog di antara mereka, bagaimana ya supaya rasa galau itu hilang ?, Tanya Rani kepada Hannan.
(Di dalam hati, Hannan menggerutu karena takut menjadi fitnah berduaan di pojok mesjid). (Bismillah, Ya Allah jadikanlah ini adalah pahala dakwah bukan sok ngajarin orang). Hannan pun menjawab : Curhat saja kepada Allah. Kalau perlu sediakan selembar kertas dan tulislah apa yang ingin Rani curahkan. Misalnya, ya Allah.. ulun lagi galau nih, sangat perlu pian. Maafin ulun, karena kemarin ulun terlalu sibuk dengan pacar yang suka PHP (Pemberi harapan Palsu) dan OPJ (Obral Perhatian dan Janji). Allahusshomad, kini ulun sadar hanya pian tempat yang paling tepat untuk menyandarkan hati. Wa lam yakun lahu kufuan ahad, dan hanya pian yang paling istimewa, pian adalah Sang Khaliq yang memberikan harapan sedangkan makhluk hanya bisa menghancurkan harapan. Asyikkan curhat dengan Allah Ta’ala, Begh asyik banget !.  
Mendengar perkataan Hannan, Rina pun tersipu malu. Kemudian Hannan melanjutkan perkataannya : Dan jangan lupa, ketika mau berkerudung niatkan karena menjunjung perintah Allah yang memerintahkan untuk menutup aurat. Bukan untuk gaya atau karena ada peraturan di IAIN Palangka Raya. Selama ini niat berkerudung seperti itu atau tidak ?. Tidak seperti itu, jawab Rina. Nah dari sekarang niatnya begitu ya.., kalau niatnya untuk menjunjung perintah Allah maka akan mendapatkan pahala. Oh iya, semalam Rina baca tulisan El-Mannan tidak di mading. Baca donk, jawab Rina.  Terus, what do you want to be ?. Mau jadi orang yang bermanfaat, jawab Rina.  Terus, apa impian Rina yang paling ingin di wujudkan ?,.  Ingin memberangkatkan orangtua ke tanah suci, jawab Rina. Subhanallah, menjadi kesyukuran yang paling tinggi ketika seorang mahasiswa mempunyai impian untuk memberangkatkan orantuanya ketanah suci Mekah karena tidak semua mahasiswa mempunyai cita-cita tersebut.
 Terdengarlah isak tangis dan berlinanglah  air mata Rina yang membasahi kedua pipinya.
Hannan pun memberikan semangat kepadanya, berusahalah mewujudkan impian tersebut dan kawallah terus kesuksesan pian. Ingat innallah la yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bi anfusihim (Allah tidak merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubahnya). Kenapa ayat Al-Qur’an menggunakan kata “anfusihim “ (diri atau jiwa mereka) bukan ajsaadihim (jasad mereka) atau abdaanihim (badan mereka) ?. Hal itu karena yang bisa mengubah nasib seseorang bukan di tentukan besar dan kecilnya seseorang melainkan semangat yang tertancap di dalam jiwa yang dia hanya berharap kepada Allah Swt. Lihat banyak orang yang secara fisik tidak sempurna tapi kreatifitasnya dan karyanya begitu mendunia. Itu karena semangatnya melambung tinggi ke angkasa.
Rina menjawab : Benar sekali, kami mempunyai dosen yang mempunyai kekurangan dari segi fisik tapi beliau sangat bersemangat dalam mengajar kami.
Nah itu tahu…, setelah ini mau kemana ? Tanya Hannan. Mau kerja ke KFC, jawab Rina.
Sebelum kita pulang, apa intisari yang Rina dapatkan dari  percakapan kita ?. Tanya Hannan.
 Mulai sekarang, Rina harus lebih baik lagi, mengawal keberhasilan, dan selalu bersemangat. jawab  Rina dengan tegas.
Ingat kalau galau, curhatnya dengan Allah saja, hanya kepada Allah, jangan dengan yang lain.
Memang Allah Swt mempunyai banyak cara untuk mendekatkan hamba-Nya kepada-Nya. Salah satunya memberi rasa sakit hati sehingga Allah jauhkan dia dari lembah kebinasaan yang bernama “pacaran”. Setelah putus memang sakit hati, tapi ini adalah skenario Allah,  supaya kita berserah diri kepada-Nya, curhat kepada-Nya, dan berpaling dari makhluk-Nya.
Jazakallah ahsanal jaza’ wa syukran ‘ala ihtimamikum. Wassalam !.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar