Curhat
Saja Kepada Allah
|
B
|
a’da salat
ashar, Hannan duduk di pojok mesjid Darussalam sambil membaca bukunya Ust.
Yusuf Mansur yang berjudul “ Undang Saja Allah “. Niat hatinya, ingin melunasi
hutang kepada seorang teman dan menyerahkan tulisan El-Mannan yang berjudul “ The Power of Dream ”
untuk di koreksi olehnya. Setelah lama menunggu, Hannan sms temannya tersebut. Eeeeh..
ternyata dia sudah pulang ke rumah. La ba’sa, la’allii ghadan
ashtathi’u biliqaaiha. Tidak
beberapa lama, tiba-tiba datang seorang wanita yang berinisial “ R “ menghampiri
Hannan. Maaf ya, ini bukan janjian tapi kebetulan. Ingat hanya kebetulan. Hanna
mengetahui dia masih ada sisa-sisa rasa
galau. Maklum, habis di putusin pacarnya. Bayangkan saja, ketika kita mencintai
seseorang dengan sepenuh hati dan mempertaruhkan apa pun demi yang namanya
“cinta”. Tapi apa jadinya, jika cinta harus memilih. Bukan memilih bersama dan bersatu, melainkan
harus berpisah. Nah tuh tahu, seperti lagunya Cita Citata, “ sakitnya tu di
sini di dalam hatiku! “. Emm.. jadi ingat juga lagunya Meggy Z. “
lebih baik sakit gigi daripada sakit hati “ Ho hoo hooo... Sorry ya, ulun tidak
mau melanjutkan lagunya, bukan karena tidak hafal tapi takut pian jadi
bergoyang. He he. Nah di saat itu, mereka berdua mengobrol tapi bukan menggosip
melainkan mencari solusi bagaimana bisa menghilangkan rasa galau dan
mendongkrak semangat baru. Supaya ulun enak menulisnya, ulun beri nama dia “
Rina ”. Oke sepakat ! Harus sepakat donk.
Lalu terjadilah dialog di antara mereka,
bagaimana ya supaya rasa galau itu hilang ?, Tanya Rani kepada Hannan.
(Di dalam hati, Hannan menggerutu karena takut menjadi fitnah berduaan di
pojok mesjid). (Bismillah, Ya Allah jadikanlah ini adalah pahala dakwah
bukan sok ngajarin orang). Hannan pun menjawab : Curhat saja kepada
Allah. Kalau perlu sediakan selembar kertas dan tulislah apa yang ingin Rani
curahkan. Misalnya, ya Allah.. ulun lagi galau nih, sangat perlu pian. Maafin
ulun, karena kemarin ulun terlalu sibuk dengan pacar yang suka PHP (Pemberi
harapan Palsu) dan OPJ (Obral Perhatian dan Janji). Allahusshomad, kini
ulun sadar hanya pian tempat yang paling tepat untuk menyandarkan hati. Wa
lam yakun lahu kufuan ahad, dan hanya pian yang paling istimewa, pian
adalah Sang Khaliq yang memberikan harapan sedangkan makhluk hanya bisa
menghancurkan harapan. Asyikkan curhat dengan Allah Ta’ala, Begh asyik banget
!.
Mendengar perkataan Hannan, Rina pun tersipu malu. Kemudian Hannan
melanjutkan perkataannya : Dan jangan lupa, ketika mau berkerudung niatkan
karena menjunjung perintah Allah yang memerintahkan untuk menutup aurat. Bukan
untuk gaya atau karena ada peraturan di IAIN Palangka Raya. Selama ini niat
berkerudung seperti itu atau tidak ?. Tidak seperti itu, jawab Rina. Nah dari
sekarang niatnya begitu ya.., kalau niatnya untuk menjunjung perintah Allah
maka akan mendapatkan pahala. Oh iya, semalam Rina baca tulisan El-Mannan tidak
di mading. Baca donk, jawab Rina. Terus, what do you want to be ?. Mau
jadi orang yang bermanfaat, jawab Rina. Terus,
apa impian Rina yang paling ingin di wujudkan ?,. Ingin memberangkatkan orangtua ke tanah suci,
jawab Rina. Subhanallah, menjadi kesyukuran yang paling tinggi ketika
seorang mahasiswa mempunyai impian untuk memberangkatkan orantuanya ketanah
suci Mekah karena tidak semua mahasiswa mempunyai cita-cita tersebut.
Terdengarlah isak tangis dan berlinanglah
air mata Rina yang membasahi kedua pipinya.
Hannan pun memberikan semangat kepadanya, berusahalah mewujudkan impian
tersebut dan kawallah terus kesuksesan pian. Ingat innallah la yughayyiru
maa biqaumin hatta yughayyiru maa bi anfusihim (Allah tidak merubah nasib
suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubahnya). Kenapa ayat Al-Qur’an
menggunakan kata “anfusihim “ (diri atau jiwa mereka) bukan ajsaadihim
(jasad mereka) atau abdaanihim (badan mereka) ?. Hal itu karena yang
bisa mengubah nasib seseorang bukan di tentukan besar dan kecilnya seseorang
melainkan semangat yang tertancap di dalam jiwa yang dia hanya berharap kepada
Allah Swt. Lihat banyak orang yang secara fisik tidak sempurna tapi
kreatifitasnya dan karyanya begitu mendunia. Itu karena semangatnya melambung
tinggi ke angkasa.
Rina menjawab :
Benar sekali, kami mempunyai dosen yang mempunyai kekurangan dari segi fisik
tapi beliau sangat bersemangat dalam mengajar kami.
Nah itu tahu…,
setelah ini mau kemana ? Tanya Hannan. Mau kerja ke KFC, jawab Rina.
Sebelum kita
pulang, apa intisari yang Rina dapatkan dari
percakapan kita ?. Tanya Hannan.
Mulai sekarang, Rina harus lebih baik lagi,
mengawal keberhasilan, dan selalu bersemangat. jawab Rina dengan tegas.
Ingat kalau
galau, curhatnya dengan Allah saja, hanya kepada Allah, jangan dengan yang
lain.
Memang Allah Swt mempunyai banyak cara untuk mendekatkan hamba-Nya
kepada-Nya. Salah satunya memberi rasa sakit hati sehingga Allah jauhkan dia
dari lembah kebinasaan yang bernama “pacaran”. Setelah putus memang sakit hati,
tapi ini adalah skenario Allah, supaya kita
berserah diri kepada-Nya, curhat kepada-Nya, dan berpaling dari makhluk-Nya.
Jazakallah ahsanal jaza’ wa syukran ‘ala ihtimamikum. Wassalam !.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar